TIGA WAKTU YANG KUBENCI
Hari Kemarin....
Sungguh ku teramat benci hari itu.Pasti senyummu itu pun terpaksa,
ditarik kedua pipimu yang tidak basah
seperti air mata yang membasahi pipiku waktu itu.
kesepuluh jarimu tak sempat lagi kusentuh, terlepas ditarik waktu.
Padahal tiga detik lalu masih dipergelangan tanganku.
Punggungmu saja, hanya itu yang termakan terakhir kalinya
oleh kedua bola mataku. Setelah ucap pisah, jari itu, lalu senyum itu.
Sekarang...
Kuheran pada sang waktu.Belum puaskah ia mengajak kekasihku sepanjang dua tahun lalu itu ?
Dua tahun yang penuh rindu itu, kerinduan yang menyiksa batinku.
Semakin mengiris hatiku, memeras habis air mataku...
Melihat maut yang mendekati leher kekasihku kini.
Sinar mata masih redup, bibir yang beku, raga yang berselimutkan dingin itu,
Belum sadar..koma..atau apapun tak kuhiraukan.
Masih terus kupanggil namanya berbisik ditelinga.
Hampir suaraku habis...
Kupegang pundaknya goyahkan tubuhnya.
Hampir tanganku lelah.
Tak jua bangunkan tidur kelopak mata, dua bibir, juga jari-jarinya.
Ia tak pedulikan kekasihnya ini, tapi mendengarkan maut memanggil.
Yang membawa terbang nyawanya, tanpa lagi berpamitan.
Nanti....
Hanya fotomu yang kusapa. Seusai meraba nisanmudisetiap senja hari.
Menulis do'a ditelapak tanganku, diatas makammu.
Sembunyikan benciku pada waktu, dibalik kelambu takdir.
Monday, June 18 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar